Tiba-tiba ia melihatku, mungkin merasa aku perhatikan terus. Baru pertama kamu melakukan ?”
“Sungguh Tante”“Engga apa-apa, To. Bokep Aku tetap menunggu.Jam 9 malam. Jam dinding menunjuk waktu 11.32. Aku mengelus-elus bahu dan lengan atasnya yang terbuka di meja makan. Mendadak aku jadi cemas. Bibit! Ia hanya mengelus-elus. Tapi aman engga ? Kini tak memijit lagi, tapi menelusuri lengkungan pinggulnya yang indah itu, membelai. Oh ya, ada seorang lagi, pengurus taman biasa di panggil Mang Karna, sudah agak tua yang datang sewaktu-waktu, tidak tiap hari. ?Too, sini, jangan ngumpet aja di kamar,? Luki sedang dibawa pengasuhnya keluar. Memangnya kamu ini siapa.Lebih baik begitu, wajar saja, ‘kan ada suaminya. Tanganku yang sedang memegang gelas berhenti, belum sempat minum, terpesona oleh Tante dengan baju tidurnya. Wah, sudah lama sekali aku tak menyentuhnya.Tante sedikit kaget, lalu berbalik membalas pelukanku. Kuremas-remas sepuasnya sampai tiba di depan rumah.




















