kenapa mengusap-usap kaki Nita yang lecet..”. Aku elus-elus teteknya dan kadang aku remas dengan keras. Bokep “Oh iya Nduk.. Dengan jari telunjuk dan Ibu jari aku berusaha untuk menguak isi didalamnya. Nita sampai nggak bisa telan.. mau ya..”. “Simbok ini nggak punya rumah den, sombok cuma gelandangan”. “Memeek Nita periih.. aahh, ndoroo..”. Simbok ini yang ternyata namanya Inem, usianya sekitar 42 tahun, dan anaknya si Nita umurnya 14 tahun sedangkan Intan baru 11 tahun. “Boleh nduuk.., Intan dan Nita boleh makan sepuasnya disini”. Nita kemudian aku ajak pipis ke toilet di kamar tidurku. “Kenapa Mbok, inikan sudah malam, nggak apa-apa Mbok aku antar ya?”
Si mbok ini tidak menjawab pertanyaanku dan hanya menunduk lesu dan ketika dia mau menjawab, dari arah ujung trotoar mencul anak kecil sambil membawa bekicot.




















