Aku kembali didera pikiran kurang baik. Bokep Dia hanya terdiam..tanpa reaksi. “Telah den..telah puas ?” Ujarnya berbagai saat ketika aku tetap tersengal diam di atasnya, air mata itu kembali mengalir dari pinggir pipinya.Kalimat itu serasa menamparku. “Ngelakuin apa aja maksudnya apa nih mbak..”Tanyaku sambil tersenyum. “….mmmm…gimana ya..gak tau den..”Jawabnya, wajahnya terkesan canggung. “Sekali lagi maaf mbak..”
Dia mengangguk pelan sambil menunduk,tetes2 air mata itu tetap berjatuhan dipangkuanya. “Gampang soal modal, kelak saya pinjemin..klo mau mulai depan mbak..nanti saya tawarin temen2 saya..”
“Gak enak klo dipinjemin melulu, kasian den Agus..” Jawabnya. Suasana hening, aku tidak berani menatapnya alias mengawali pembicaraan. Pada bosen katanya makan masakan luar, lebih boros juga…” Lanjutku. Dirinya sangat terkejut ketika benda itu menerobos masuk. ” Saya kepengen mbak masuk ke kamar saya..”Kalimat selanjutnya semacam tercekat ditenggorokan.




















