“Geli, bi, jangan di situ,….” lirih katanya.Aku menurut. “Ga usah Non, nyicil aja, biar sayanya juga ga kebanyakan nyuci gitu.”Aku keluar menenteng ember kecil berisi daleman Eva.***Beberapa hari ku di sini, salah satu kegiatan paling menyenangkan adalah mencuci baju. Bokep Belahan dada tak cukup bagiku. Dalam remang-remang (apalagi di dalam selimut), tak kulihat jelas warna puting susunya. Berarti ada kesempatan untuk buat kostum yang nyaman dipakai dan tidak mencurigakan. Ku hendak pulang ke Indonesia.Aku tak pernah mempermasalahkan duit. sialnya, lampu bohlam kuning di kamarku tidak mendukung aksi penerawangan itu. Tampaknya mereka berdua tidur lelap. Oh, indahnya dunia!“Aduh, non pada penakut semua, ya, kan cuman jendela,” kataku sambil beranjak menutup jendela.Gege, yang kamarnya paling dekat dengan jendela ruang tengah itu, keluar. Keriput sudah ada dimana-mana, tapi tidak terlalu kentara. Selamat aku.“baik, bu, saya akan datang senin sore untuk wawancara?”
“Maaf, mbak, bisa agak cepetan, sabtu sore, mungkin?” Ha, cuman










