Tubuhku semakin mepet ke ujung dinding. Ia lalu duduk di bibir ranjang sambil meraih tanganku dan membisikan kata-kata rayuan bahwa aku ini cantik namun kurang beruntung dalam perkawinannya. Bokep anu..” katanya dengan ragu-ragu.“Ada apa kang?” tanyaku semakin penasaran sambil menatap wajahnya lekat-lekat.“Anu.. Meski cukup menyesakkan dan membuat liang memekku terkuak lebar-lebar, tetapi aku puas dan lega karena keinginanku tercapai sudah. masukin aja.. Dadaku serasa sesak oleh amarah yang tak tersalurkan. Aku harus akui ia memang sangat pandai memuaskan wanita kesepian seperti diriku. Meski sangat perlahan, Kang Hendi dapat mendengarnya dan merasakan perubahan yang terjadi dari tubuhku. Aku berusaha untuk menyibukan diri dengan berbagai kerjaan agar tak merasa bosan ditinggal suami dalam waktu lama.




















