Waduuhh! Bokep Kalo pacar susah. Kumajukan kepalaku, dan kucium bibirnya. Dari jam berapa?” Tanyaku.“Saya juga baru sampai, pak. Sungguh nikmat dan geli rasanya, aku hanya bisa terpejam. Saya juga ngerti kok. Ceplaakkk… ceppookkk… ceplaaakkk.. Ternyata ceria-ceria gini, liar juga anaknya.“Haaahhh?” Tanyaku kaget.“Ya susah pak. Untuk apa sekarang saling menunjuk?” Desi angkat bicara dengan gaya bahasa yang… amat formal.“Kamu juga ngefans ama dia diem-diem. Toh sesama teman kita saling bantu Des.” Kataku.“Cieee… bapak manager ini emang pidatonya paling memukau.” Canda Novi sambil memindahkan telur yang sudah matang ke piring.Tak lama kemudian, Emi pun keluar kamar, dan untungnya ia sudah mengenakan pakaiannya. Malam ini Emi, dan besok malam aku.” Kata Novi.Emi dan Desi mengacungkan jempol, tanda setuju.“Udahlah, kalian semua tidur di kamar.




















