menjambak rambutku, dan membenamkan Wajahku ke dadanya.Tentu saja aku jadi gelagapan karena tak bisa bernapas. Kembali Lidya mencium bibirku. Bokep Bahkan aku tak protes ketika Lidya mengunci pintu kamar dan melepaskan bajuku. Apa saja yg aku inginkan, pasti dikabulkan. Sehingga pahanya jadi terbuka cukup lebar. “Aku.., Apa yg harus kulakukan?” tanyaku tak mengerti. PadahaI waktu itu Lidya sudah dipengaruhi gejolak membara dgn badan polos tanpa sehelai benangpun menempel di badannya.“Kau..”, desis Lidya terputus suaranya. Bahkan aku tak protes ketika Lidya mengunci pintu kamar dan melepaskan bajuku. Acara ulang tahunnya biasa-biasa saja. Hubunganku dgn Lidya memang akrab sekali, meskipun tak bisa dikatakan berpacaran.Seperti biasanya, setiap hari Sabtu sore aku selalu mengajak Bobby, anjing pudel kesayganku jalan-jalan mengelilingi Monas. Namun aku masih tetap diam, tak tahu apa yg harus kulakukan. Dan jarak umur antara kami cukup jauh juga.




















