seru salah seorang dari mereka.Aku terkesiap mendengar tantangannya, kulirik Rosa yang saat itu sudah berada di depan pintu keluar, dia tampak menggelengkan kepalanya, sambil memberi tanda kepadaku, agar aku cepat-cepat meninggalkan club tersebut.Brengsek! Bokep Lepaskan.. Buka..! Tapi janji.. jawabku memastikan perkataan mereka, sementara Rosa langsung berjalan menghampiriku.Lu udah gila apa Is..! Nggak apaapa deh, besok gua minta keringanan aja dari kampus ujarku dengan nada lemas.Elu sendiri, dari mana.? Kuraih uang tersebut sambil berusaha bangkit dan mengenakan seluruh pakaianku.Setelah itu aku berjalan mendekati tubuh Rosa yang masih meringkuk di sudut ruangan. tanya Rosa.Nggak bisa Ros.. Beberapa saat kemudian, dua orang dari mereka mengangkat tubuh Rosa sambil merenggangkan kedua belah kakinya, sementara Pak Hendra tetap mendekap tubuh Rosa sambil mulai mengarahkan batang k0ntolnya ke selasela bibir kemaluan temanku itu.Saat itu keadaan Rosa sungguh sangat mengenaskan, pakaian bagian atasnya sudah terbuka dgn lebar, sementara roknya pun telah tersingkap sampai sebatas




















