Kutarik jari Tejo keluar dari vagina Sherry, lalu kudorong tubuhnya menjauhi Sherry.“Lho Non.. Sambil terus kupacu tubuh Sherry, Andre juga mulai memompa penisnya di lubang anusku. Bokep ah..” Sherry tak sanggup berkata-kata lagi, ia hanya bisa berteriak kecil merasakan rangsangan di klitorisnya. Kali ini akan aku buat ia orgasme. Sherry saat itu terkejut dan sangat ketakutan.“He.. Non Nia ternyata juga mau ngerasain vagina Non Sherry ya?” Andre berseloroh meledek.“Bilang dong Non dari tadi, kalo gini saya malah jadi tambah horni nih..” Tejo menimpali.Aku tak perduli dengan ledekan Tejo dan Andre, yang kupikirkan hanya satu, aku ingin membuat Sherry malu di tanganku.“Aaah.. Sherry yang sudah sangat lelah hanya mendesah pelan sambil menikmati. Tubuhnya basah oleh keringat, selangkangannya dipenuhi sperma, Sherry hanya tergeletak diatas meja itu.




















