Aku pikir di kota nggak ada tu pasar malam. Bokep Yang jaga tiket orang itu lagi, aku semakin tidak mengerti kok ada dimana-mana sih. Sesampainya disana aku terkejut karena melihat rumah yang besar dan mewah. Dia membuka lebar kakiku, wajah beringasnya kembali muncul. Malam pun tiba pengunjung ramai berdatangan aku membantu Anton menjual tiket. Sesampainya di rumah aku langsung masuk kamar dan ganti pakaian siap untuk bekerja kembali. Dia membuka lipatan-lipatan memekku dengan jemarinya,“ooohhhhh…aaaahhhh…..oooohhh….aaaaaahhhhhhhhhh……….”Dia menjulurkan lidah panjangnya untukmenjilati memekku. Pertama kerja aku masih binggung mau gimana karena luas rumah aku kesana kemari seperti orang hilang. Sekian. Bibi ku bekerja sebagai baby sister juga kebetulan majikannya mempunyai teman yang sedang membutuhkan pengasuh. Mika aku ajak ke kamar mainan di dalam sambil aku smsan.Mika memang anak yang tidak rewelan,dia ngerti sekali kalau pengasuhnya sedang jatuh cinta sama cowok. Aku memberanikan diri untuk istirahat satu hari aku berpura-pura sakit.




















