Aku memeluk tubuhnya dengan erat sehingga Salsa saat itu tidak bisa leluasa menggerak-gerakan lagi tubuhnya. Salsa mengajakku keluar meninggalkan klub karaoke. Bokep Wajah gadis itu masih terus membayang di pelupuk mata. Meskipun dia kemudian menangis setelah semuanya terjadi, Dan aku sendiri merasa menyesal karena aku tidak mungkin mengembalikan keperawanannya.Aku memandangi bercak-bercak darah yang mengotori sprei sambil memeluk tubuh Salsa yang masih polos dan sesekali masih terdengar isak tangisnya.“Maafkan aku, Salsa. Padahal baru malam ini aku datang ke klub karaoke ini dan bertemu dengannya.Semula aku memang canggung, Tapi lama-kelamaan jadi biasa juga. Sedangkan aku masih duduk di ranjang ini, bersandar pada kepala pembaringan.Aku menunggu sampai Salsa keluar dari kamar mandi dengan tubuh terlilit handuk dan rambut yang basah.




















