Tetapi Sarinem sebenarnja mengerti. Tuan Krisna me nekankan bahwa urusan ini memang pent’ng.Sarinem menangis lagi. Bokep Urusannja sebenarnja tidak ada, tetapi mengapa mereka berbuat demikian ? Diluar keinginanku terbatja djuga beberapa artikel. Demikian juga tentang kelandjutan usaha dagang. Semua utjapan-utjapan Ajah itu disaksikan oleh sekretarisnja. Selandjutnja aku memberikan uang sebanjak Rp 2000. Beliau menatapku dan berkata„Di.am ! Sarinem mengandjurkan agar diselesaikan dikantor. Sarinem jang menemani. Aku tidak pernah lagil mendengar suara berang ajah. Tetapi Sarinem sebenarnja mengerti. Pentih kenang- kenangan ? Sekali-kali tersendak-sendak Dan suara itu sedikit gemetar. Lalu satu persatu aku salami Tuan Krisna tersenjum gembira, Ia mentjeritakan bahwa ia mempunjai anak seusiaku Lalu mengharap agar aku bisa bersahabat dengan anaknja dan mendjadi teman baik, Tuan Krisna mengangkat telepon.




















