“ennnaaakk,,,” ujar Ida
“mmhh …guuee….keelluuaarr..” jerit ida
Orgasme Ida disusul olehku, senang sekali melihatnya malah tertawa diakhir permainan kami. Bokep gue becanda kok…,,” ujarku
“beneran juga nggak apa-apa” sambung Ida
“nanggung gak sih rasanya kalo cuman gitu-gitu aja” lanjut Ida memancing ku
“terus maunya gimana?” tanyaku
“nggak ngerti-ngerti juga?” jawab Ida
“ngomongnya langsung aja, nggak usah berbelit-belit bingung gue” sambungku
“gue mau dientotin ama lo..beiby” balas Ida sambil menarik bajuku
Kurasakan seperti ada yang mencongkel keluar jantungku dengan pisau yang sangat tajam, tak ku sangka sebenarnya selama ini walaupun perbuatanku kepada Ida sangat kasar, ternyata dia masih memendam hasrat yang begitu dalam padaku. Aroma kewanitaan yang baru pernah seumur hidup ku cium ternyata sangat wangi, mungkin karena seringnya dirawat. Sekarang Ida sudah tidak mengenakan sehelai benang pun di tubuhnya. Dirumah, Ida ternyata pulang lebih cepat. “lengakap banget,..hobby nonton ginian yah?” tanyaku sambil melihat-lihat koleksi kasetnya.“eh, ini punya temen kantor aku lagi,..nonton sih sering tapi kalo punya




















