Akhirnya kita berdua sering kontak via telephone, walaupun aku sudah berstatus nggak bujang lagi, tetapi dia tetap saja bilang kalau masih sayang sama aku. “Mau aja asal Mas yang ajarin,” jawaban Endah membuat aku merinding.Setelah kita bercanda dan bercerita panjang lebar, akhirnya aku menawarkan diri untuk ketemu minggu depannya lagi. Bokep “Aduh Mas Dandy.. aduh.. pipis lagi.. baik, bagaimana dengan kamu?” jawabku gugup. Waw, semakin aku menelan ludah setiap melihat tubuhnya yang sexy.“Mas Dandy, gimana khabarnya,” tanya Endah merusak pikiranku yang jorok. Mas Dandy, Endah kebelet pipis Mas.. Kita berdua saling membuat rangsangan pada daerah-daerah yang sensitif. “Ihh, Mas Dandy emang bandel kok,” sambil mencubit lenganku. “Iya Mas, jangan dikeluarin didalam ya Mas..,” pinta Endah. Aku perhatikan lenggak-lenggok pinggulnya meninggalkan mobil starletku, sembari aku membayangkan seandainya aku bisa menikmati tubuh kamu Endah, duh betapa bahagainya diriku.Satu minggu tanpa terasa aku lewatin, sampailah aku ketemu dengan Endah.




















