Setelah agak kaku sebentar kemudian suasana mencair kembali. Bokep “Eeehhh…” desahnya. Aku malah balik bertanya,
“Kamu ngapain kerja di sini?”
“Mom, kita kan masih perlu sekretaris, kenapa tidak dia aja kita coba.”
“Ya, boleh aja”, jawab istriku. Istriku hanya memperhatikan, tidak ada komentar. Pundaknya beberapakali bergerak merinding kegelian. Besok paginya aku sempat bermain lagi dengannya sebelum check out. Kami berdua menarik nafas panjang. Ia merintih kenikmatan, ia pasrah saja dengan keadaan yang terjadi, karena itu aku yakin bahwa rintihan itu bukan rintihan kesakitan, kalaupun ada, maka akan kalah dengan kenikmatan yang diperolehnya. Ia sudah berani menerima tawaran kami untuk ikut menginap bersama. Aku dan istriku memberi keyakinan untuk tidak menyesali apa yang pernah terjadi. “Eeehhh…” desahnya.




















