Bibir Umi masih terlihat merah menyala, karena lipstik yang baru dipoleskannya tadi. Yang jelas, efeknya jadi lumayan dahsyat buat Umi. Bokep Lalu apa gunamu, hah? Pak Ramses kembali menyuruh Umi nungging menghadap meja, seperti ketika dikemplangi untuk pertama kali tadi, dan pantat Umi kembali dihadiahi sejumlah tamparan. Tanpa sadar Umi mulai menikmati perkosaan terhadap dirinya dan mulai bergerak sendiri. Kenapa kau matikan komputernya hah? Kau kira kau bisa ganti waktu kerjaku? Kenapa harus nerima cinta orang yang kerjanya juga ngepel kalau kesempatan memperbaiki nasib masih terbuka lebar. Pak Ramses membuka paksa baju kerja Umi. Walaupun belum pernah pacaran, Umi sebenarnya tidak segan-segan melepas keperawanannya untuk sasarannya seperti itu, kalau perlu demi menjerat mereka apabila salah satunya sampai tergoda menghamili dia.Tapi tak pernah dia sangka, keperawanannya justru dibobol orang yang dia selalu hindari, laki-laki botak galak bertubuh besar, bertampang sangar, sang manajer produksi, Pak Ramses!




















