“Tapi enak khan..” tanyanya menggoda“Iya sih..Aduh.. Bokep Sstt.. Nes, cepat banget sudah napsu lagi..” jawabnya. Terus pak.. Jarinya meraba bibir nonok ku yang dipenuhi dengan jembut yang lebat.Akupun melenguh nikmat ketika jarinya menemukan itilku. Aku turut mengimbanginya, pinggulku berputar penuh irama. Terkadang erangan itu terhenti saat disodorkannya jemarinya untuk kuhisap. Dia langsung memijit lantai apartmentnya dan lift meluncur ke atas. Diapun kemudian menghisap pentilku sambil terus menggenjot nonokku.Tak lama tubuhku mengejang, dan aku mengerang dan menggelinjang ketika nyampe. Dia hanya tersenyum dan mengajak aku makan, tentunya bukan makanan yang dijual di resto ku. Langsung pentilku disedot kuat2 kemudian dijilati dengan penuh nafsu.“Pak..! Sepertinya duit beberapa juta enteng buat dia.Aku menduga pasti ada ujungnya, gak mungkin kan lelaki mau ngasi hp mahal begitu aja.




















