“jangan …….jangan…” Vina semakin takut , apalagi sedikit sdikit rasa nikmat mulai menjalari tubuhnya. Vina akhirnya membuka jendela kamarnya, dan ia merasakan hembusan angin dingin yg menyegarkan, pusingnya hilang, tapi juga ia merasa mengantuk, perlahan lahan angin dingin itu membuai Vina hingga tertidur. Bokep rasanya seperti terbakar , dan yg bisa dilakukan hanya menangis dan terbaring pasrah saat sosok gaib itu merenggut keperawanannya. Vina merasakan baju tidurnya satu persatu dilepas membuatnya telanjang bulat. baru kemudian dengan kasarnya mahluk itu mendorong maju mundur kepala Vina. “saatnya tiba..manis…”
ketakutan Vina semakin menjadi, apa yg akan terjadi selanjutnya…
“saatnya memberi tanda pada pengantinku….”
mahluk itu kemudian menarik dan mencubit puting Vina hingga mengeras, setelah dirasa cukup, mahluk itu memasangkan sebentuk cincin pada puting Vina.




















