Tangan kananku tetap berada di payudaranya, meremas-remas, dan sesekali mempermainkan putingnya. Bokep Aku telah memperkosanya. Tubuhnya terbawa ke arahku tapi tak sampai terjatuh, aku pun berhasil menjaga keseimbangan. “Uhhh,” aku mengejang. Ah, putih mulus semua. Marta berteriak, “Lepasin! Yang terdengar hanya, “Hmmm!” saja. Yang terdengar hanya, “Hmmm!” saja. “Nyokap ke mana?” tanyaku lagi. Aku membayangkan Marta dalam keadaan telanjang. Iseng, aku melongok ke ruang tamu, hendak melihat acara televisi. Marta berusaha berontak, namun setiap jariku bergerak dia mendesah. “Ta, tolong dong, jangan bilang Vina, kan cuma ngeliatin doang, itu juga enggak sengaja. Namun, itu semua sia-sia karena tanganku langsung memegangi pinggulnya. Dia hanya tak menyangka, aku-pacar adiknya malah menjadi orang kedua yang menyetubuhinya. Pinggulnya ternyata mulai mengikuti goyangan pinggulku. Aku telah memperkosanya. Aku berdiri. Suara pagar dibuka. Marta sebetulnya masih dalam pergulatan batin. Marta berusaha berontak, namun setiap jariku bergerak dia mendesah.




















