Sesekali kurasakan jari jemari Diana merenggut rambutku,
sesekali kurasakan tangannya mendekapku dengan erat.Tubuh kami berkeringat dengan
sedemikian rupa dalam ruangan mobil yang mulai panas, namun kami tidak
peduli, kami sedang merasakan nikmat yang tiada tara pada saat itu. Bokep Diana tersentak kaget.Aduh Mas Ray, suara apaan tuh?Nggak apaapa, sakit nggak?SedikitTahan ya.., sebentar lagi masuk kokDan kurasakan lubang kemaluan Diana
sudah mulai basah dan agak hangat. Harapanharapan mereka, tanggapan mereka, dan
pendapat mereka. Katanya sambil membelai batangku yang masih tegang, namun tidak
sekeras tadi.Saya nggak bakal lupa deh sama malam ini, saya akan inget terus malem ini, jadi kenangan manis sayaAku hanya tersenyum dengan lelah dan berkata Iya Diana, saya juga, saya nggak bakal lupa. Jawabku asalasalan.Bener?Iya. Tanpa
sadar aku raih wajahnya, dengan sangat perlahanlahan kudekatkan wajahku
ke wajahnya, aku cium bibirnya, lalu aku tarik lagi wajahku agak
menjauh.




















