“Iya,” jawabku singkat. Dengan perlakuan yang sama seperti kemarin ia melayaniku. Bokep “Tidak mandi?” tanyaku. Sekarang baru bisa pulang dan mau istirahat”. Santi kadang masih menolak uang pemberianku, tetapi kalau aku lagi ada obyekan kecil, kupaksa dia untuk menerimanya. Ahh.. Kesan yang timbul padaku, bahwa ia pun menyukaiku lebih dari sekedar PSK dan pelanggannya.Beberapa hari kemudian, pada suatu siang aku lewat Tanah Abang lagi. Dengan gigiku kulepas kaitan bra-nya dan dengan berjongkok kugigit ban celana dalamnya, kutarik ke bawah dan kuteruskan dengan tangan untuk melepasnya.Kupondong dan kubawa di ranjang. Kita istirahat saja dulu yuk. Penisku yang sudah mulai siaga segera terarah ke atas setelah menempel di pinggangnya. “Iya,” jawabku singkat. “Kebetulan ada kamu. Kadang kami hanya mengobrol saja. Jangan pura-pura. Menatapku dan mengingat-ingat, akhirnya, “Mas kan yang minggu lalu sama aku? Setelah mengambil kunci maka kami masuk ke dalam kamar yang dimaksudkannya.




















