“Terserah maunya gimana…”, kata Candra. “Hahaha, enak saja…”, jawabnya membuatku sangat-sangat marah, ingin sekali aku melempar laptopnya itu. Bokep Hatiku benar-benar hancur, kini ada seorang pria lagi yang sudah melihat tubuhku ini. Aku perlahan menyepongkan penisnya itu. Aku sedikit ogah untuk membukanya, namun kembali terbesit ancaman Chandra yang akan mengupload videoku, aku pun terpaksa melihat sms itu. Aku pun terpaksa membuka mulutku, dan membiarkan penis besar itu masuk ke dalam mulutku.“Ahhh….”, desah Chandra merasakan nikmat. Aku kembali bingung, apa yang harus aku lakukan, dengan perasaan penuh dengan keterpakaaan aku pun turun ke lantai bawah.Kost kami sedikit bebas dikarenakan pemiliknya jarang ke sini. ‘Saya di kamar nomor 14, cepetan’, cuma itu isi dari smsnya.




















