Si “ujang” masih tegang dan penasaran minta jatah.Begitulah Tia. Bokep nggak usah ngomongin Tia lagi ya?”“Oke.. Nggak tau baliknya kapan.” Andri menjelaskan.“Nggak masalah kok. Akhirnya kuputuskan untuk mengeluarkan uneg-unegku.“Mi.. padahal Tia udah siapin makan malem.” Tia kelihatan kecewa.Sebenarnya aku belum makan malam. Lho kok udah tidur sih??tanyakuDengan nada bergumam Tia hanya menjawab “Hmmmmmmm”Sambil membuka matanya dan tersenyum kecilnya, uhh membuat burungku semakin tegang tangannya sambil
mengelus pipiku kemudia dia mecium pipiku
“Tidur yang nyenyak yaa..” katanya perlahan.Lalu ia kembali berbaring dan memejamkan matanya. Setelah masuk seluruh penisku, kudiamkan beberapa saat untuk
menikmati kehangatan yang diberikan oleh jepitan vagina Fitri.Hangat sekali, lebih hangat dari milik Andri. Aku merasa seperti raja yang dilayani dua wanita cantik.




















