Dia berada di pelataran candi. Bokep Bau tajam menguar ke udara, namun kedua gadis itu seolah mabuk dibuatnya. “Siapakah yang menculik Ratri, Ibu?” tanya Sekar sambil merangkul ibu Ratri. Dia meringis, berbalik badan dan berposisi merangkak. Sekar berdiri di bibir tebing, di atas candi itu. Padahal si laki-laki sudah membuang senjatanya. Sepasang lingga itu disodorkan kepada kedua gadis yang kini bersimpuh di hadapannya. Ratri terlihat dalam keadaan cantik, dengan rambut digelung berhias melati, wajah dirias, dan mengenakan kemben dan kain bagus. Bayangan si hitam bergerak melilit pergelangan kakinya! Ngghhh! Si cantik ini temanmu? Yang ini istri tua, kau istri muda. “Mengintip seperti itu, apa maumu hah?”
Sekar melompati pagar candi dan maju menyerang si hitam, langsung menghunus pedang. Bayangan itu berubah menjadi semacam kursi yang menopang Ratri dalam keadaan mengangkang sambil mencoblos dua lubang Ratri, yang depan dan yang belakang.




















