“Lhoo.. Pasti hal ini telah diperhitungkan sehingga pemilik rumah telah menyediakan dudukan yang unik dan kokoh sebelumnya.Begitu aku menaiki tangga aku berpapasan dengan pasangan suami istri berusia sebaya. Bokep hhllmpp…” sambil tangannya terus ikut memerasi batanganku. Dalam keremangan kebun itu kami cukup bebas saling sentuh dan remas. Aku hanya catat dalam notebook-ku hari itu adalah 20 September malam saat orang-orang ramai memperbincangkan tanda-tanda kemenangan sby di Quick Count. “Biarlah. Biasa.. Aku jadi ingat istriku, sayang dia nggak bisa ikut. Sesudah antre untuk bersalaman dengan pengantin dan orang tuanya aku langsung tenggelam pada hidangan yang aku pandang ’super mewah’ ini. “Lhoo.. Marah ya?” aduh senyumnya jadi manis banget di mataku.




















