Aku memasuki ruangan pak Edy dengan perasaan kalut.“Silakan duduk Eliza”, kata pak Edy sok ramah.Aku hanya mengangguk, malas menjawab wali kelasku yang bejat ini. Bokep Aku benar benar merasa seperti pelacur di dalam ruangan ini.“Ngghhh…”, aku melenguh perlahan ketika liang vaginaku yang sempat merasa sedikit lega setelah Pandu menarik lepas penisnya tadi, kini kembali terisi penis Dedi yang sempat kuperhatikan tadi, kira kira berukuran 16 cm, dengan diameter sekitar 4 cm.Dan selagi Dedi mulai memompa liang vaginaku, Pandu berjalan ke arah kepalaku, dan kuperhatikan penisnya yang masih belum begitu layu. Ketika aku melihat Jenny, ternyata ia juga sedang menahan senyum.Akhirnya bel istirahat kedua berbunyi. Kini aku sudah polos, tinggal mengenakan sepatu sekolah ini.Dengan nafas memburu pak Edy mendekap tubuhku dan membawaku ke sofa.




















