Melihat Ena yang langsung saja berlalu meninggalkan Edi pacar nya, aku pun mempersilahkan Edi untuk duduk di kursi yang berada di ruangan tengah di mana aku sedang menonton tv. Saat ku coba menjilati bibir nya, teryata barulah aku tau bahwa ternyata Ena hanya pura-pura tidur. Bokep “ Kataku dalam hati. Ternyata tak terasa jam sudah menunjukan hampir pulkul 12.00 malam. Meskipun demikian, di depan Ena aku selalu menjaga sikapku yg seakan tak pengaruh dgn tingkahnya itu, padahal kalau pas lagi suasananya seperti itu, jantung ku selalu berdegub tak keruan. Entah apa maksudnya, kulihat ema maraih dua buah bantal lalu meletakkan bantal tersebut berlapis dua tepat di sisi ranjang yang menempel dinding. Buset! “ Eh, i iya” jawabku terbata-bata. “Aku pulang dulu, ntar klu memang si dia tidak pulang abang telpn aja aku” ujarnya .“Dedek sabar ya” cumbunya seakan mengajak kontolku yang ada ditangan nya berbicara.




















