Setelah pagi, baru aku mengantarnya pulang. Diana memandangku saat sebuah lagu romantis terdengar.“Mas, setelah ini mau kemana?”“Pulang. Bokep Sumpah, sampai sekarang aku tak pernah pacaran sama cowok. Dadanya mengembang sempurna, tegak berisi.Tanpa sadar penisku bereaksi.Aku menyalakan tape mobilku. Tanganku memegang dadanya, meremasnya dari balik kaos tipis dan bhnya. Ancol! Gak ada yang mau ngantarin nih.”Aku pun mengangguk. Begadang?”“Nggak deh. “Mas Ray…, aahh…, mmhhaahh…, Aahh…” Dia kelojotan. Namun karena dia mungkin belum biasa, giginya beberapa kali menyakiti penisku.“Aduh Diana, jangan kena gigi dong…, Sakit. Dari situ aku tahu dia sekolah di sebuah SMA di daerah Bulungan, kelas 2. Tapi tadi katanya ngantuk?”“Udah terbang bersama asap.” Katanya, tubuhnya doyong ke arahku, melingkarkan lengan ke bahuku, dadanya menempel di pangkal tangan kiriku. “Ohk!.., aduh Mas Ray, cuma bisa masuk seperempat…”“Ya udah Diana, udah deh jangan dipaksaain, nanti kamu tersedak.”Kutarik tubuhnya, dan kurebahkan ia di seat Kijangku.




















