Kini kedua tanganku semakin nekad menggerayang tubuh cantik Mama tiriku. Bokep Lidah Mama kemuidan berpindah menelusuri tubuhku.“Kamu sudah dewasa ya Ndy, gak apa-apa kan kamu Mama perlakukan seperti papamu” gumam Mama disela telusuran lidahnya.“Punya kamu juga sudah besar, belom sebesar punya papamu tapi lebih keras dan tegang”, cerocos Mama lagi.Aku hanya diam menahan geli dan nikmat. Baru kusadari kalau badanku ternyata sama tinggi dengan mamaku. Mama membantu dengan menarik pantatku dalam-dalam. Mama yang kulihat sangat menikmati bahkan mengangkat tinggi-tinggi pinggulnya sehingga aku seperti sedang naik kuda diatas pinggul Mama.Tiba-tiba Mama berteriak kencang sambil memelukku erat-erat, “Andyy, Mama enak Ndy” teriak Mama.“Ma, Andy juga enak nih mau muncrat” dan aku ngerasain sensasi yang lebih gila dari sekedar menonton Mama kemarin-kemarin.Aku lemes banget, dan tersandar layu ditubuh mulus Mama tiriku. Akupun bergegas kekamar mandi seiring Mama Nuna yang lemas tertidur.Kejadian seperti jadi pemandanganku setiap hari. Aku sebagai anak-anak sih




















