Darah seketika muncrat ke mana-mana. Darah seketika muncrat ke mana-mana. Bokep Astaga. Tapi seperti yang aku katakan, aku tetap bertahan pada tempatku berdiri. Dia punya usaha untuk hidup. Ketika hujan datang, aku membasah. Malam itu tidak hujan tapi bau aspal basah karena hujan tadi sore masih menguar. Aih, kalimat ini mengingatkanku pada Hujan Bulan Juni milik Sapardi. Astaga. Gila. Aku kini mulai bingung. Aku tidak menyalahkan pengemis-pengemis yang mencari rezeki dengan mengemis, tapi sekali lagi, aku lebih kagum pada anak itu. Ketika matahari bersinar, aku menggosong. “Beli ini, Pak, beli ini, Bu,” kata anak laki-laki itu. “Beli ini, Pak, beli ini, Bu,” kata anak laki-laki itu. Dingin kota ini makin terasa. “Terima kasih banyak, Pak. Ketika hujan datang, aku membasah. “Sudah dapat banyak?”
“Belum. Atau seorang lelaki berjaket jins yang memayungi seorang perempuan yang jelas-jelas memakai jas hujan. Aku tahu anak itu pasti bekerja di malam begini karena




















