Setelah aku membuatkan teh yg diminta Nisa, akupun duduk di bawah sambil bersandar ke tempat tidur. Bokep Kalau aku sih, sedang mengingat-ingat rencana apa yg akan dilakukan liburan nanti. Biarin aja, itung-itung sebagai bukti kalau gw bisa hamil!. Dari pundak aku sentuh turun ke telapak tangannya, silih berganti. Karena Nisa kadang-kadang berkeluh kesah mengenai masalah-masalah kantor, yg sering membuat pikirannya cemas. Setelah beberapa menit, tiba-tiba Nisa mengangkat pantatnya tinggi-tinggi dan kedua kakinya menjepit kepalaku ke arah selangkanganku. Waktu itu lagi nggak ada orang lain. Begitu aku berniat untuk menurunkan celana dalamnya, Nisa tiba-tiba berdiri dan duduk di pinggir tempat duduk. Bisaa.. Erangan-erangan Nisa tersebut membuat diriku lupa, dan terus melumat dan menjilat vagina nan indah itu, sambil memberi elusan kepada kedua pahanya dgn kedua tanganku. Aku tahu, kami memang sama-sama dekat, tapi hanya sebatas teman biasa.




















