Dia Irene, anak FE juga seangkatan denganku dan kami semua satu grup, Andre, Irene dan aku.Irene sendiri sempat dekat benar dengan aku, soalnya doi juga aktif dan sering berdiskusi dengan aku. Bertanya apa memaksa, aku jadi bingung.“Jadi Dro,” seruku setelah sempat termenung sejenak.“Tolong bilangin ke temen-temen,” lanjutku kemudian sebelum pintu lift itu tertutup dan masih sempat kulihat Sandro mengacungkan ibu jarinya ke atas yang berarti dia mengerti dan menangkap pesanku.Sampai di bawah, wuiiih ramai sekali. Video bokep Pokoknya seru kalau sudah berdebat dengan dia. Hanya sekedar tahu saja. Terus…” Belum sempat kujelaskan semua, tiba-tiba ada yang menepuk pundakku dan bilang, “Jam berapa?”“Eh… eloe Ky, bentar yah, abis gue makan nih,” jawabku dengan penuh rasa syukur karena jadi sekarang kami tidak berdua saja dengan Sandra. Kalau ketahuan aku sedang mengintip kan tengsin juga aku. Kayanya warna pink juga tetapi sayangnya singkat sekali sehingga tidak sempat kunikmati.




















