Tubuh Tomo mengejang, dan cairan deras pun mengalir dari ‘liang’ku. Bokep Aku mulai sedikit meronta sambil berteriak. Rasa takut dan kesepian menyerang hati dan pikiranku. Kami bertiga sangat bahagia.Aku tidak ingat, bagaimana aku bisa sampai di panti asuhan itu. Tomo melepaskan kemejanya dan celananya, masih memandangiku. Tanpa sadar pipiku bersemu merah.Setelah pesta usai, Tomo mengajakku istirahat di kamar hotel. Tapi, aku tidak bergerak sedikit pun. Aku pun merasa heran dan sedikit takut. Tomo mulai meremas-remas payudaraku yang belum tumbuh seutuhnya.“Ahh..”Aku mulai menikmati getaran aneh pada diriku.“Panas..badanku terasa panas..Tomo..” pikirku dalam hati.Tomo melanjutkan ciumannya ke leher dan menggigitnya sedikit, remasan tangannya di payudaraku makin kuat.“Ahh..!!” nafasku makin memburu.Tiba-tiba Tomo berhenti dan melihatku sambil tersenyum misterius.“Hmm..kamu menyukainya bukan? Jangaan!!”, aku berteriak ketakutan.Terlambat, aku sudah telanjang total. Diam-diam, aku kagum dengan penampilan Tomo dan Tomi yang sangat menarik.Berada di tengah-tengah mereka saja sudah sangat membuatku special. Aku tidak mau bergerak




















