Bibirnya mulai meneruskan jelajahannya, sambil melepaskan t shirtku, leherku dikecup, dijilat kadang digigit lembut. Bokep “Yang…” katanya lirih di telingaku. Memang seragam karyawan prempuan itu baju cina panjang sampe ke mata kaki tetapi belahan sampingnyanya tinggi sampe ke paha. Di kamar, aku dibaringkan di tempat tidur ukuran besar dan dia mulai membuka bajunya, kemudian celananya. “Om nakal!” desahku sambil menggeliat mengangkat pinggulku. “Ya, om”, jawabku. Gila, batinku, dia benar-benar membuat aku kewalahan. Dia berulang kali mengecup leherku. Di dalam lift aku dipeluknya. “Din, gak pulang bareng?” tanya temenku. Aku terkulai di atas tubuhnya. Tapi dia bangkit, mengangkat badanku yang sudah lemes dan dibawanya ke kamar. Bapak nunggu Dina di pintu keluar gedung parkir aja, Bapak drive sendiri kan”. Aku di tariknya sehingga menempel lebih erat ke tubuhnya.




















