Ki Jaya pun mulai memngeryangi tubuhku dan tubuhnya mulai menindihku. Akupun masuk ke kamarnya dan Ki Jaya menutup pintu.“udaranya dingin” katanya.Akupun duduk di sampingnya diatas ranjang di kamr yang biasa ditempati anakku. Bokep Kumisnya cukup tebal dan rambutnya keriting. Tadinya aku enggan untuk menceritakan semua ini. Rupanya dia sangat bergairah.“Pak, ciuman dong!” pintaku tanpa sadar“manggilnya mas aja Han!” jawabnya seraya menciumi wajah dan bibirku.Tangan kannya meremas pantatku sedangkan tangan kirinya memelukku dari pinggang. “agggrgrrhhhhhhhhh…..” gumamnyaKami saling melepaskan siraman kenikmatan.Ladangku yang sempat tandus akhirnya disirami Ki Dalang yang perkasa ini.,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,, Kami sengaja mengundang ki dalang ***** ( sebut saja ki Jaya ). Aku pegang kontolnya yang besar dan ku kocokkan secara cepat. Umurnya sekitar 60an tapi dia masih bugar. Aku berdiam diri saja dengan apa yang dilakukan Ki Jaya dengan diriku.“Han bapak ga mau lama-lama, buka baju kamunya dong, entar keburu suamimu kesini!” perintahnya
Akupun segera mebuka pakainaku, entah




















